Jika Anda mencari jawaban cepat untuk memilih aplikasi edit video PC atau laptop, berikut titik awalnya. Untuk opsi gratis yang cukup untuk proyek serius, mulailah dari DaVinci Resolve. Jika Anda menginginkan alur kerja yang paling mudah untuk konten media sosial, CapCut desktop atau Microsoft Clipchamp yang sudah terpasang di Windows 11 adalah titik awal yang ramah pemula. Pengguna Mac dapat mengandalkan iMovie secara cuma-cuma atau beralih ke Final Cut Pro untuk proyek jangka panjang, sementara tim yang sudah memakai alur kerja Adobe biasanya memilih Premiere Pro.
Namun, ada satu aspek penting yang sering terlewatkan oleh kreator konten, pengajar, maupun pelaku UMKM di Indonesia: ketersediaan teks otomatis berbahasa Indonesia. Banyak software edit video desktop memiliki fitur transkripsi otomatis, tetapi tidak semuanya mencantumkan Bahasa Indonesia ke dalam daftar bahasa yang didukung. Artikel ini membandingkan sembilan software dari sisi platform, model harga, versi gratis, dan dukungan subtitle Bahasa Indonesia.

Cara memilih aplikasi edit video PC atau laptop
Sebelum mengunduh atau berlangganan software edit video, pertimbangkan empat hal mendasar berikut agar alur kerja Anda tidak terhambat di tengah jalan:
- Sistem operasi komputer: Pastikan software kompatibel dengan perangkat Anda. Final Cut Pro dan iMovie hanya berjalan di macOS, PowerDirector ditujukan untuk Windows 64-bit, sedangkan DaVinci Resolve dan Shotcut mendukung Windows, Mac, hingga Linux. Fleksibilitas lintas sistem operasi sangat membantu jika Anda bekerja dalam tim dengan perangkat berbeda.
- Model pembayaran dan watermark: Kenali perbedaan antara software gratis sepenuhnya, sistem sekali beli (perpetual license), dan langganan bulanan atau tahunan. Perhatikan pula batasan versi gratis. Beberapa software memungkinkan ekspor bersih, sementara versi gratis software lain menempelkan tanda air (watermark) pada hasil ekspor akhir.
- Kebutuhan proyek video: Sesuaikan alat dengan jenis konten yang Anda buat. Memotong video pendek secara cepat untuk TikTok, Instagram Reels, atau grup WhatsApp membutuhkan antarmuka yang gesit dan ringkas. Sebaliknya, video dokumenter panjang, materi pembelajaran sekolah, atau profil bisnis UMKM membutuhkan dukungan multitrack, koreksi warna, serta manajemen audio yang lebih teliti.
- Spesifikasi PC atau laptop: Editor dengan fitur profesional umumnya lebih berat dijalankan. Jika laptop Anda berspesifikasi rendah, cek persyaratan sistem (RAM dan kartu grafis) di situs resmi sebelum mengunduh, atau coba Clipchamp yang bisa dipakai lewat peramban.
- Dukungan subtitle Bahasa Indonesia: Subtitle (takarir) membantu penonton yang menonton video tanpa suara. Periksa apakah fitur teks otomatis bawaan software secara resmi mendukung Bahasa Indonesia, serta apakah aplikasi tersebut memiliki fitur untuk mengimpor file subtitle eksternal seperti SRT.
9 aplikasi edit video PC yang kami bandingkan
Berikut sembilan aplikasi edit video PC dan laptop yang banyak digunakan. Semua informasi di bawah diambil dari halaman resmi masing-masing pengembang.
DaVinci Resolve
DaVinci Resolve dari Blackmagic Design adalah software edit video yang tersedia gratis untuk Mac, Windows, dan Linux. Menurut keterangan resmi Blackmagic Design, versi gratis software ini sudah mendukung format 8-bit hingga resolusi Ultra HD 3840x2160 pada kecepatan 60 fps. Bagi kreator yang membutuhkan fitur DaVinci AI Neural Engine dan format 10-bit, pengembang menyediakan versi berbayar bernama DaVinci Resolve Studio. Fitur transkripsi klip menjadi teks takarir memanfaatkan DaVinci AI Neural Engine yang termasuk di versi Studio berbayar, dan Blackmagic Design tidak merilis daftar bahasa transkripsinya secara publik. Untuk kebutuhan penataan teks manual atau eksternal, DaVinci Resolve dapat mengimpor format subtitle SRT, TTML, dan XML ke garis waktu proyek.
- Platform: Mac, Windows, Linux
- Harga: Gratis; versi Studio sekali beli
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak ada daftar publik
- Cocok untuk: Kreator yang ingin software lengkap tanpa biaya di awal dan siap mempelajari antarmuka yang lebih kompleks.
CapCut
CapCut desktop membawa gaya edit CapCut yang sudah dikenal di HP ke komputer Windows dan Mac. Pengembang menyediakan versi gratis dengan alat pengeditan dasar yang cukup lengkap, serta langganan Pro bulanan atau tahunan. Menurut informasi dari CapCut, fitur auto captions di dalamnya bekerja dalam berbagai bahasa dan mampu mendeteksi bahasa percakapan secara otomatis, kendati mereka tidak merilis daftar rincian bahasa resmi ke publik. Selain itu, halaman bantuan CapCut menegaskan bahwa fitur impor subtitle berupa file SRT atau TXT hanya tersedia pada varian CapCut Desktop dan CapCut Web, bukan di aplikasi seluler.
- Platform: Windows, macOS (tersedia juga versi web dan seluler)
- Harga: Gratis dengan fitur dasar; langganan Pro bulanan atau tahunan
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak ada daftar publik
- Cocok untuk: Pengelola media sosial, kreator pemula, dan pelaku UMKM yang ingin menghasilkan video vertikal untuk Reels dan TikTok secara cepat.
Microsoft Clipchamp
Microsoft Clipchamp adalah aplikasi edit video laptop yang praktis karena telah terpasang secara bawaan di Windows 11 dan dapat diunduh di Windows 10. Pengguna Mac dapat memakainya lewat peramban Chrome atau Edge di app.clipchamp.com tanpa instalasi. Menurut informasi resmi Microsoft, Clipchamp mengizinkan ekspor video gratis hingga resolusi 1080p tanpa watermark, sementara langganan premium terintegrasi dengan paket Microsoft 365 Personal maupun Family. Fitur teks otomatis di Clipchamp dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna. Halaman bantuan Microsoft menautkan daftar bahasa suara Azure yang mencakup Bahasa Indonesia (Indonesia). Transkripnya hanya bisa diunduh dalam format SRT.
- Platform: Terpasang di Windows 11, dapat diinstal di Windows 10, serta berbasis peramban untuk Mac
- Harga: Gratis ekspor 1080p tanpa tanda air; fitur premium tergabung dalam Microsoft 365
- Subtitle Bahasa Indonesia: Ya (tercantum dalam tabel bahasa Azure)
- Cocok untuk: Pelajar, tenaga pendidik, dan karyawan kantor yang membutuhkan aplikasi pemotong video simpel dengan takarir otomatis langsung dari sistem Windows.
Filmora
Wondershare Filmora adalah aplikasi edit video PC untuk Windows dan Mac. Menurut FAQ Wondershare, versi gratis menambahkan tanda air (watermark) pada file hasil ekspor; untuk ekspor tanpa watermark tersedia paket tahunan atau lisensi permanen. Terkait kemampuan pengenalan ucapan, halaman resmi Wondershare Filmora menyatakan bahwa teknologi Speech-to-Text miliknya mendukung 45 bahasa dan dialek, termasuk Bahasa Indonesia di dalamnya. Fitur pengubahan suara ke teks ini memanfaatkan kuota kredit AI, di mana pengguna mendapatkan paket kredit awal secara cuma-cuma. Panduan resmi vendor juga mendemonstrasikan bahwa pengguna dapat mengimpor file SRT secara langsung ke trek video.
- Platform: Windows, Mac
- Harga: Versi gratis dengan watermark; paket tahunan atau lisensi permanen
- Subtitle Bahasa Indonesia: Ya (tercantum di halaman resmi)
- Cocok untuk: Pengguna yang ingin teks otomatis Bahasa Indonesia langsung di dalam editor.
Adobe Premiere Pro
Adobe Premiere (sebelumnya Premiere Pro) adalah editor profesional dari Adobe. Software ini berjalan di Windows dan macOS dengan sistem langganan, dengan uji coba gratis 7 hari dan tanpa paket gratis permanen. Premiere Pro dibekali teknologi Speech to Text bawaan untuk membuat takarir otomatis. Kendati demikian, daftar publik resmi yang dirilis oleh pihak Adobe mencantumkan 18 bahasa dan Bahasa Indonesia tidak ada di dalam daftar tersebut. Untuk mengatasi kendala ini, halaman bantuan Adobe menjelaskan bahwa file SRT bisa diimpor ke proyek Premiere seperti media lainnya.
- Platform: Windows, macOS
- Harga: Berlangganan (tersedia uji coba gratis 7 hari)
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak ada di daftar 18 bahasa resmi
- Cocok untuk: Editor dan tim kreatif yang sudah bekerja dengan aplikasi Adobe lain.
Final Cut Pro
Final Cut Pro adalah software edit video Apple untuk Mac (ada juga versi iPad). Model kepemilikannya fleksibel, dapat diperoleh melalui pembelian lisensi satu kali atau melalui paket langganan bulanan maupun tahunan Apple Creator Studio, lengkap dengan masa uji coba gratis selama 30 hari. Berdasarkan keterangan di App Store resmi Apple, fitur Generate Captions membutuhkan komputer Mac dengan chip Apple silicon dan saat ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris ragam Amerika Serikat, sehingga belum mendukung tuturan Bahasa Indonesia. Untuk memasukkan subtitle lokal, halaman dukungan Apple menyebutkan bahwa pengguna dapat mengimpor file takarir berekstensi SRT, iTT, atau CEA-608.
- Platform: macOS (tersedia pula versi terpisah untuk iPad)
- Harga: Pembelian lisensi sekali bayar atau langganan Apple Creator Studio; uji coba gratis 30 hari
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak (hanya mendukung Bahasa Inggris AS)
- Cocok untuk: Kreator pengguna Mac yang mengerjakan proyek serius dan rutin.
iMovie
Bagi pengguna Mac yang baru mulai membuat video, iMovie adalah aplikasi gratis dari Apple. Menurut listing App Store, iMovie bisa mengedit video hingga resolusi 4K. Kami tidak menemukan fitur teks otomatis di dokumentasi resmi Apple untuk iMovie, jadi subtitle dialog yang panjang lebih praktis dibuat di alat lain.
- Platform: Khusus Mac (tersedia juga di iPhone dan iPad)
- Harga: Gratis
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak ada teks otomatis
- Cocok untuk: Pengguna pemula komputer Mac yang memerlukan aplikasi edit video sederhana yang gratis.
PowerDirector
CyberLink PowerDirector adalah software edit video untuk Windows 11 dan Windows 10 (64-bit). CyberLink menjual software ini dalam dua pilihan, yaitu lisensi permanen sekali beli serta skema langganan berkala PowerDirector 365, di samping menghadirkan edisi Essential yang dapat diunduh gratis dengan fitur terbatas. Berdasarkan tabel perbandingan paket di situs resmi CyberLink, software ini telah memuat modul AI Speech to Text untuk mengubah ucapan menjadi teks. Akan tetapi, pihak pengembang tidak mempublikasikan daftar bahasa yang didukung oleh fitur tersebut, jadi cobalah dulu dengan video berbahasa Indonesia Anda sendiri.
- Platform: Windows (Windows 11 dan Windows 10 64-bit)
- Harga: Lisensi permanen atau langganan PowerDirector 365; tersedia versi gratis Essential dengan batasan fitur
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak ada daftar publik
- Cocok untuk: Pengguna Windows yang ingin memilih antara beli putus atau langganan.
Shotcut
Shotcut adalah software edit video open source yang gratis untuk Windows, Mac, dan Linux. Berdasarkan daftar fitur pada situs resminya, Shotcut memiliki kapabilitas untuk mengonversi kata-kata lisan menjadi teks takarir, meskipun pengembang tidak melampirkan daftar bahasa resmi secara terbuka. Menurut situs resminya, editor Shotcut juga bisa mengimpor file subtitle SRT dan VTT serta beberapa format subtitle lain.
- Platform: Windows, Mac, dan Linux
- Harga: Gratis dan bersumber terbuka (open source)
- Subtitle Bahasa Indonesia: Tidak ada daftar publik
- Cocok untuk: Pelajar dan editor yang ingin software gratis dengan dukungan banyak format subtitle.
Tabel perbandingan software edit video
Tabel berikut merangkum perbedaan utama dari sembilan software di atas guna membantu Anda menentukan pilihan yang paling pas untuk PC maupun laptop Anda:
| Software | Platform | Model harga | Versi gratis | Teks otomatis Bahasa Indonesia | Impor SRT |
|---|---|---|---|---|---|
| DaVinci Resolve | Mac, Windows, Linux | Gratis; Studio sekali beli | Ya | Hanya di Studio; tidak ada daftar publik | Ya |
| CapCut (desktop) | Windows, macOS | Gratis; Pro langganan | Ya | Tidak ada daftar publik | Ya |
| Microsoft Clipchamp | Windows, browser Mac | Terpasang; Microsoft 365 | Ya | Ya (daftar Azure) | Belum dicek |
| Filmora | Windows, Mac | Tahunan atau permanen | Ya (watermark) | Ya (tercantum) | Ya |
| Adobe Premiere Pro | Windows, macOS | Langganan | Uji coba 7 hari | Tidak ada di daftar 18 bahasa | Ya |
| Final Cut Pro | macOS | Sekali beli atau langganan | Uji coba 30 hari | Tidak (hanya Inggris AS) | Ya |
| iMovie | Mac | Gratis | Ya | Tidak ada teks otomatis | Belum dicek |
| PowerDirector | Windows | Permanen atau 365 | Ya (Essential) | Tidak ada daftar publik | Belum dicek |
| Shotcut | Windows, Mac, Linux | Gratis terbuka | Ya | Tidak ada daftar publik | Ya |
Data dicek di halaman resmi masing-masing pada Oktober 2026; harga dan fitur bisa berubah, jadi cek halaman resmi sebelum membeli.
Setelah edit: menambah subtitle Bahasa Indonesia
Setelah proses perakitan visual dan pemotongan adegan selesai di aplikasi edit video laptop Anda, langkah krusial berikutnya adalah menghadirkan takarir atau subtitle. Secara umum, ada dua cara menampilkan subtitle pada video:
Pertama adalah softsub, yaitu teks takarir yang disimpan dalam file SRT terpisah. File SRT ini dapat diimpor langsung ke garis waktu software edit video Anda untuk diatur gayanya, atau diunggah terpisah bersama file video saat mempublikasikannya ke YouTube. Keunggulan softsub: penonton bisa menyalakan atau mematikan subtitle di platform yang mendukungnya, dan teksnya mudah diedit lagi.
Kedua adalah hardsub, yaitu subtitle tertanam yang dicetak langsung menyatu di atas gambar video. Hardsub sangat ideal untuk konten video pendek vertikal di TikTok, Instagram Reels, atau klip yang diedarkan melalui grup WhatsApp, karena menjamin teks selalu terbaca oleh penonton tanpa mengandalkan tombol takarir pemutar media.
Bagi pengguna aplikasi seperti Adobe Premiere Pro atau Final Cut Pro yang fitur transkripsi bawaannya tidak mencantumkan Bahasa Indonesia, jalur paling praktis adalah membuat file SRT di alat subtitle terpisah, lalu mengimpornya ke proyek.

Cara membuat subtitle dengan Subanana
Subanana adalah aplikasi berbasis web yang dirancang khusus untuk memproses pengenalan suara dan menyusun takarir, bukan sebuah software edit video untuk memotong adegan klip. Berikut tahapan mudah untuk menghasilkan subtitle Bahasa Indonesia dari video Anda:
- Ekspor video dari editor Anda, lalu buka AI subtitle generator dan unggah file tersebut. Subanana mendukung format video mp4, mov, webm, mkv, hingga 3gp, dengan kapasitas hingga 30 GB dan 8 jam per file di setiap paket. Anda juga dapat menempelkan tautan video publik dari YouTube, Instagram, atau Facebook tanpa mengunduh filenya terlebih dahulu.
- Tentukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sumber rekaman. Apabila Anda menargetkan pemirsa mancanegara, Anda dapat menambahkan opsi bahasa terjemahan di mana satu tugas pemrosesan dapat menyertakan beberapa bahasa tujuan sekaligus.
- Buka hasil transkripsi di editor subtitle interaktif. Fitur proofreading akan menandai kata-kata yang berpotensi keliru dengar atau tanda baca yang kurang pas, sehingga Anda cukup menerima atau menolak saran tersebut. Pemeriksa CPS (Characters Per Second) akan menyorot baris kalimat yang terlalu cepat agar nyaman dibaca penonton. Anda juga dapat menyesuaikan posisi serta gaya visual teks.
- Ekspor hasil akhir sesuai kebutuhan: unduh file SRT atau VTT untuk dimasukkan ke Premiere Pro, DaVinci Resolve, CapCut desktop, maupun Shotcut; unduh format FCPXML langsung dari menu ekspor editor subtitle untuk Final Cut Pro; buat file SRT bilingual; atau ekspor langsung menjadi video dengan subtitle tertanam (hardsub) dalam satu bahasa maupun dua bahasa.
Subanana terus menguji berbagai model pengenalan suara dan memilih yang performanya terbaik untuk setiap bahasa sumber, dengan dukungan 95+ bahasa termasuk Bahasa Indonesia.
Paket gratis menampilkan pratinjau 15 menit pertama dari setiap file, 3 unggahan per bulan, dan ekspor video bertanda air (watermark) 15 detik hingga 720p; ekspor file subtitle dan transkrip hanya di paket berbayar (lihat harga).
Software edit video mana yang cocok untuk Anda?
Untuk menentukan pilihan akhir tanpa membuang waktu, cocokkan kondisi Anda dengan skenario penggunaan berikut:
- Menggunakan laptop Windows dan ingin gratis: Microsoft Clipchamp sudah ada di Windows 11 dan ekspor gratisnya tanpa watermark hingga 1080p. Jika butuh fitur yang lebih lengkap, pasang DaVinci Resolve.
- Fokus memproduksi konten pendek TikTok dan Reels: CapCut desktop, yang juga bisa mengimpor file SRT.
- Memerlukan transkripsi Bahasa Indonesia langsung di timeline editor: Filmora mencantumkan Bahasa Indonesia di situsnya menggunakan sistem kredit AI, sementara fitur teks otomatis Clipchamp gratis, dan halaman bantuan Microsoft menautkan daftar bahasa Azure yang mencakup Bahasa Indonesia.
- Bekerja di komputer Mac: Gunakan iMovie untuk tugas sederhana tanpa biaya, atau tingkatkan ke Final Cut Pro jika Anda memproduksi konten berdurasi panjang dengan volume kerja rutin.
- Bekerja dalam agensi atau terbiasa dengan ekosistem Adobe: Gunakan Premiere Pro untuk fleksibilitas pengaturan proyek, lalu buat file SRT Bahasa Indonesia melalui alat khusus di luar software untuk diimpor ke dalam sekuens.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa aplikasi edit video PC gratis tanpa watermark?
Menurut halaman harganya, Microsoft Clipchamp mengizinkan ekspor gratis hingga 1080p tanpa watermark. DaVinci Resolve punya versi gratis yang mendukung video hingga Ultra HD, dan Shotcut gratis serta open source; cek ketentuan ekspor terbaru di halaman resmi masing-masing. Sebaliknya, versi gratis Filmora menambahkan watermark pada hasil ekspor. Pengguna Mac juga bisa memakai iMovie secara gratis.
Apakah CapCut ada versi PC?
Ya, CapCut menyediakan aplikasi resmi untuk komputer desktop berbasis Windows dan macOS, selain varian web di peramban serta aplikasi ponselnya. Halaman bantuan resminya juga menegaskan bahwa kemampuan impor file subtitle seperti format SRT dan TXT tersedia secara khusus pada varian CapCut Desktop dan Web.
Software edit video mana yang bisa membuat subtitle Bahasa Indonesia otomatis?
Berdasarkan dokumentasi resmi masing-masing pengembang, Filmora mencantumkan Bahasa Indonesia ke dalam daftar 45 bahasa Speech-to-Text miliknya, dan Microsoft Clipchamp mengintegrasikan tabel suara Azure yang memuat Bahasa Indonesia. Software lain seperti CapCut, PowerDirector, dan Shotcut memiliki fitur transkripsi otomatis (di DaVinci Resolve fitur ini ada di versi Studio berbayar), namun tidak merilis daftar bahasa yang didukung secara publik. Untuk software tanpa daftar resmi, Anda dapat menguji klip video pendek Anda sendiri atau memanfaatkan pembuat takarir khusus untuk mengekspor file SRT.
Apakah Premiere Pro bisa membuat subtitle Bahasa Indonesia otomatis?
Di dalam daftar resmi 18 bahasa yang didukung oleh fitur bawaan Speech to Text di Adobe Premiere Pro, Bahasa Indonesia saat ini belum tercantum. Jika Anda memproses rekaman berbahasa Indonesia, cara yang paling umum adalah memproses audio tersebut di alat transkripsi eksternal hingga menjadi file SRT, lalu mengimpornya ke proyek Premiere Pro. Panduan langkah demi langkah mengenai alur kerja ini dapat dibaca pada ulasan kami tentang subtitle di Premiere Pro.
Aplikasi edit video apa yang cocok untuk laptop Mac?
Untuk mulai tanpa biaya, pengguna Mac bisa memakai iMovie. Untuk proyek yang lebih serius, Final Cut Pro tersedia sebagai pembelian sekali bayar atau lewat langganan Apple Creator Studio. DaVinci Resolve dan CapCut desktop juga tersedia untuk macOS, jadi Anda bisa memilih sesuai anggaran.
Kesimpulan
Menemukan aplikasi edit video PC atau laptop yang tepat bergantung pada sistem operasi, fitur gratis, dan kebutuhan publikasi Anda. Bagi Anda yang sering memproduksi konten berbahasa lokal, keterbatasan fitur teks otomatis bawaan software tidak perlu menjadi penghalang kreativitas. Edit video di software pilihan Anda, lalu buat file SRT atau video hardsub Bahasa Indonesia di alat subtitle terpisah dan periksa hasilnya sebelum dipublikasikan.